Home » » Nadzam-nadzam Kitab Tathmainnul Quluub

Nadzam-nadzam Kitab Tathmainnul Quluub



                                                   TATHMAINNUL QULUUB 
                                                        (KETENANGAN HATI)

  
Ketenangan HATI merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam kehidupan manusia siapapun itu. Sadar atau tidak, ketenangan hati sebenarnya sudah terkonsep sedemikian rapinya dalam Agama Islam yang didasari oleh Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad saw. Namun yang menjadi polemik saat ini adalah kebanyakan manusia mengabaikan eksistensi Agama Islam itu sendiri. Sehingga banyak dari umat Islam yang lupa akan jati dirinya dan mudah terseret oleh derasnya arus zaman.
Pada tulisan ini akan dipaparkan  nadzam-nadzam dari seorang kyai muda yaitu K.H Taufiqul Hakim yang merupakan pengasuh PON-PES Darul Falah Amtsilati. Beliau merupakan pengagas kitab terkenal yaitu kitab Amtsilati. Kitab Amtsilati merupakan kitab yang digagas oleh beliau sebagai metode untuk membaca kitab kuning agar lebih mudah memahami Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad saw. Nadzam-nadzam yang akan dipaparkan adalah nadzam yang berasal dari kita Tathmaiinul Qulub yang artinya ketenangan hati. Kitab Tathmaiinul Qulub sendiri merupakan buah tangan K.H Taufiqul Hakim yang berbentuk nadzoman. Adapun pemaparanya adalah sebagai berikut:  

SEMANGATLAH !!!
إذا أراد الله عبداً خيره # فنهض الله تعالى غيرته
 Ketika Allah swt Allah mengendaki hambanya # jadi baik dibangkitkan semangatnya.

JANGANLAH PATAH SEMANGAT
إذا أراد الله عبداً هلكه # فذهب الله تعالى غيرته
 Ketika Allah swt Allah mengendaki hambanya # jadi rusak dihilangkan semangatnya.


MUQODDIMAH
  الحمد لله الذي قد أرسل #  سيّدنا محمدا مكمّلا
Puji Allah pengutus Nabi Muhammad # Untuk menyempurnakan akhlaknya umat.

صلاته سلامه عليه # وأله كذا على أصحابه
Sholawat dan juga salam atas Nabi # Keluarga dan para Sahabat Nabi.


BAB 1 
IKHLAS KARNA ALLAH SWT

Ibadahlah dengan rasa ikhlas karena Allah swt, Bukan karena makhluk.
  • Dalam hal ibadah, sebaiknya kita beribadah tak mengharap surga dan bukan juga beribadah karena takut api neraka. Oleh karena itu  seharusnya ketika kita beribadah semua karena Allah swt bukan karna yang lain  diikuti dengan rasa penuh harapan akan Ridho dan Cinta-Nya. 

أخلص عبادتك لله علا #أطلب بها رضى الأله جلّ
Ibadahlah dengan ikhlas karna Allah # tak karna makhluk carilah ridho Allah.

Keterangan : 
  • Ibadah karena mengharapkan surga itu diperbolehkan, namun ibadah karena mencari Ridho Allah swt itu jauh lebih indah.
  • Ibadah karena takut api neraka itu diperbolehkan, namun ibadah karena mencari Ridho Allah swt itu jauh lebih indah.
  • Beramal baik, bersedekah, sholat dhuha karena ingin kaya itu diperbolehkan, namun ibadah karena mencari Ridho Allah swt itu jauh lebih indah.

أعبد له سبحانه كالمخلصين # لاتعبدنّه علا كاالتاجرين
Ibadahlah seperti para mukhlishin # jangan seperti pedagang dengan yakin.

Beribadahlah seperti ibadahnya kaum Mukhlisin atau orang-orang yang ikhlas. Jangan sampai beribadah seperti ibadahnya para budak. Para budak mau bekerja karena takut akan dicambuk. Mau menjalankan ibadah karena takut dibakar api neraka.

Masalah utama manusia adalah tidak sanggup menerima kenyataan :

أعظم مسئلة ناس هم لا # يستسلمون واقعا تقبّلا
Masalah yang paling utama manusia # pada kenyataan tak sanggup nerima.

Tidak ada keikhlasan maka tidak ada kebahagiaan. Ada banyak hal yang telah Allah persiapkan untuk siapa saja melalui kejadian yang tidak ia sukai: 

من كان لم يخلص فلا ينال # سعادة الدارين ذاك يجلو
Barang siapa tidak ikhlas hatinya # tak bahagia dunia akhiratnya.

Cara terbaik untuk ikhlas adalah menyadari bahwa apapun yang telah terjadi memang harus terjadi, karena ada tujuan mulia di sana, seperti pendewasaan, kemuliaan, dan kesuksesan. Ikhlas berarti seseorang mampu menerima kenyataan bahwa hal itu harus terjadi.
  • Kalau kita melihat suatu masalah sebagai penderitaan maka pasti kita akan sakit dan menderita.
  • kalau kita melihat suatu masalah sebagai proses pendewasaan yang membawa kebaikan dalam kehidupan maka pasti berkurang sakitnya.
هو قبول واقع لابدّ أن # يقع في الدنيا بإذن الرحمن
Ikhlas itu sanggup menerima pada # kenyataan pasti terjadi adanya.


Alangkah baiknya bila seseorang mampu menambah kesadaran dan pengertian, bahwa semua ini terjadi atas izin Allah swt, dan ada maksud yang mulia di dalamnya.seseorang harus siap menyongsog masa depan yang indah dan kesuksesan sudah sangat dekat.


BAB 2
KEBAHAGIAAN

Kebahagian bukanlah tentang keberhasilan dalam hal mendapatkan sesuatu yang belum dimiki, melainkan menghargai, mensyukuri dan menikmati yang sudah dimiliki. 

سعادة ليست بنيل ما لا تملك بل بشكر ملكك اعقلا
Bahagia bukan dapat yang belum ada # tapi nikmati dan syukuri yang ada.

Kebahagiaan hati itu terleta pada memberi, semakin banyak memberi semakin banyak kebahagiaan dalam hati. 
وإنما سعادة القلوب تكون في صدقة تلك اطلب
Sesungguhnya kebahagiian hari # itu sedekah harta yang dimiliki.

Kesenangan hidup terpadat pada jiwa yang melayani, semakin banyak melayani maka banyak kesenangan yang didapat.

وإنما سعادة الحياة في دارين في المخدمة فالله اقتف
Sesungguhnya kesenangan hidup itu # dalam melayani umat islam tentu.

Orang yang kaya itu bukanlah orang yang bisa mengumpulkan, memiliki, dan menguasai banyak harta, namun orang yang kaya adalah orang yang suka memberi dan senang melayani.

إن الغني ليس جامع المال بل هو يرغبن في إنفاق مال 
Kaya bukanlah orang yang kaya harta # tapi orang yang suka sedekahi harta.

BAB III
DI ATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT

Di bawah bumi masih ada bumi, di atas orang yang pandai masih ada yang lebih pandai, di bawah orang sengsara masih ada orang yang lebih sengsara. 

وفوق كل عالم من اعلم وتحت من شقى اعلم
Atas yang pandai ada yang melebihi # sengsara ada lebih sengsara pasti

Bila dirirmu kaya, atau sukses, bersyukurlah, tapi jangan tinggi hati. Di luar sana, masih banyak yang lebih kaya dan sukses. 

إن كنت ذا الغني اشكر الله لكن لاتك ذاالكبر تواضع للمتين
Jika kaya syukur jangan tinggi hati # masih banyak yang kaya melebihi. 




Thanks for reading Nadzam-nadzam Kitab Tathmainnul Quluub

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar